Prof Nuh Mengungkapkan Peran Pendidikan Karakter di Sekolah. Prof. Muhammad Nuh, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, baru-baru ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional, khususnya di Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat menyampaikan pengetahuan akademik, tapi juga wadah membangun manusia utuh dengan nilai-nilai moral, disiplin, dan kepercayaan diri. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi terkait program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pendidikan karakter dianggap sebagai fondasi untuk memutus rantai kemiskinan dan membentuk generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman. REVIEW WISATA
Peran Pendidikan Karakter dalam Pembangunan Manusia Utuh: Prof Nuh Mengungkapkan Peran Pendidikan Karakter di Sekolah
Prof. Nuh menekankan bahwa pendidikan karakter bukan tambahan, melainkan inti dari proses belajar mengajar. Di Sekolah Rakyat, pendekatan ini diterapkan secara khusus karena banyak anak dari keluarga miskin yang pintar tapi kurang percaya diri atau etos kerja. Karakter seperti kedisiplinan, empati, dan tekad maju perlu ditanamkan sejak dini agar mereka bisa bersaing di masyarakat.
Pendidikan karakter membantu membentuk sikap positif, seperti menghargai proses belajar dan menghadapi kegagalan sebagai pelajaran. Tanpa itu, pengetahuan akademik saja tidak cukup untuk sukses jangka panjang. Prof. Nuh melihat ini sebagai cara memanusiakan manusia, sesuai filosofi pendidikan nasional yang holistik.
Integrasi Karakter dengan Kurikulum Modern: Prof Nuh Mengungkapkan Peran Pendidikan Karakter di Sekolah
Di Sekolah Rakyat, pendidikan karakter diintegrasikan dengan kurikulum nasional yang diperkaya elemen digital dan life skills. Anak-anak diajarkan tidak hanya mata pelajaran standar, tapi juga nilai agama, keterampilan hidup, dan eksplorasi talenta pribadi. Prof. Nuh menyebut bahwa guru berperan besar sebagai teladan, sehingga mereka harus memiliki kompetensi mengajar sekaligus membimbing karakter.
Pendekatan ini sesuai zaman, di mana anak-anak perlu adaptif terhadap teknologi tapi tetap berakar pada nilai moral. Sertifikat kompetensi yang diberikan kepada lulusan juga mencakup aspek karakter, memastikan mereka siap kerja atau melanjutkan pendidikan dengan bekal lengkap.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Meski penting, pendidikan karakter menghadapi tantangan seperti kurangnya waktu di kurikulum padat atau pengaruh lingkungan luar sekolah. Prof. Nuh mengajak semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, untuk mendukung proses ini. Di Sekolah Rakyat, fokus pada anak kurang mampu menjadi langkah preventif memutus kemiskinan melalui pembentukan karakter kuat.
Harapannya, model ini bisa diperluas ke sekolah umum, sehingga generasi muda Indonesia tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga berkarakter tangguh dan berempati.
Kesimpulan
Pernyataan Prof. Nuh tentang peran pendidikan karakter di sekolah, terutama di Sekolah Rakyat, mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati adalah membangun manusia utuh. Dengan menanamkan nilai disiplin, kepercayaan diri, dan moral sejak dini, sekolah bisa menjadi agen perubahan sosial positif. Program seperti ini menjanjikan masa depan lebih baik bagi anak-anak kurang mampu, sekaligus memperkuat fondasi bangsa. Yang terpenting, implementasi konsisten dari guru hingga pemerintah akan menentukan keberhasilan jangka panjang. Pendidikan karakter bukan tren sementara, melainkan kebutuhan abadi untuk generasi Indonesia yang lebih kuat dan beradab.