Jakarta Mempunyai Jembatan Yang Bisa Dibuka Tutup. Jakarta kembali menorehkan inovasi infrastruktur dengan kehadiran Jembatan Antar Kampung (JAK) Angkat Gandaria, atau dikenal sebagai JAK Angkat Mulia, jembatan pertama di ibu kota yang dapat dibuka dan ditutup untuk memudahkan akses dan normalisasi sungai. Diresmikan pada 10 Agustus 2025, jembatan ini menjadi solusi kreatif untuk mengatasi banjir sekaligus meningkatkan konektivitas warga di kawasan padat penduduk. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan infrastruktur yang ramah lingkungan dan fungsional. Dengan desain yang terinspirasi dari jembatan buka-tutup di Belanda, JAK Angkat Mulia menjadi kebanggaan baru warga Jakarta. Di mana letak jembatan ini, siapa yang merancangnya, dan bagaimana tanggapan masyarakat sekitar? BERITA LAINNYA
Dimana Letak Jembatan Tersebut
JAK Angkat Mulia terletak di Gang Mulia, Jalan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jembatan ini menghubungkan dua kampung yang dipisahkan oleh Kali Krukut, sungai yang sering meluap saat musim hujan. Dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 2,5 meter, jembatan ini dirancang untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, memudahkan mobilitas warga setempat. Lokasinya yang strategis di kawasan padat penduduk membuatnya vital bagi aktivitas sehari-hari, seperti perjalanan ke pasar atau sekolah. Sistem buka-tutup jembatan memungkinkan alat berat masuk untuk pengerukan sungai, yang menjadi salah satu upaya utama Pemprov DKI untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut.
Siapakah Orang Yang Membuat Jembatan Tersebut
Jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan PT Adhi Karya, perusahaan konstruksi nasional yang dikenal dengan proyek-proyek infrastruktur besar seperti MRT Jakarta. Desain jembatan dipimpin oleh tim insinyur dari PT Adhi Karya, dengan supervisi langsung dari Kepala Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo. Ide awal jembatan buka-tutup ini digagas oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang terinspirasi dari sistem jembatan di Belanda yang memudahkan pengerukan sungai tanpa mengganggu akses warga. Proyek ini juga melibatkan konsultan teknik dari Belanda untuk memastikan mekanisme angkatnya aman dan efisien. Pembangunan jembatan selesai dalam waktu enam bulan dengan biaya sekitar Rp 15 miliar, yang diambil dari anggaran daerah 2025.
Tanggapan Masyarakat Sekitar Atas Jembatan Tersebut
Masyarakat sekitar, terutama warga Gang Mulia dan Gandaria, menyambut antusias kehadiran JAK Angkat Mulia. Banyak warga yang merasa terbantu karena jembatan ini mempersingkat waktu tempuh antarkampung, yang sebelumnya harus memutar sejauh 1 kilometer. Ibu Sari, pedagang pasar setempat, mengatakan bahwa jembatan ini memudahkan pengiriman barang dagangannya. Namun, sebagian warga awalnya khawatir tentang keamanan mekanisme buka-tutup, takut jembatan tidak cukup kokoh untuk kendaraan roda dua. Setelah Pemprov DKI memberikan sosialisasi dan uji coba, kekhawatiran ini mereda. Di media sosial, warganet memuji inovasi ini sebagai langkah cerdas untuk mengatasi banjir, meski beberapa menyayangkan minimnya promosi sehingga banyak warga Jakarta belum tahu tentang jembatan ini. Ada juga saran agar desainnya dipercantik untuk menjadi daya tarik wisata lokal. Secara keseluruhan, jembatan ini mendapat sambutan positif sebagai solusi praktis dan inovatif.
Kesimpulan: Jakarta Mempunyai Jembatan Yang Bisa Dibuka Tutup
Keberadaan JAK Angkat Mulia menandai langkah maju Jakarta dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung upaya pengendalian banjir. Terletak di Gandaria, Jakarta Selatan, jembatan ini adalah bukti kolaborasi sukses antara Pemprov DKI, PT Adhi Karya, dan inspirasi dari Wakil Gubernur Rano Karno. Tanggapan positif warga menunjukkan bahwa proyek ini diterima baik, meski masih ada ruang untuk perbaikan, seperti promosi yang lebih luas atau estetika desain. Kehadiran jembatan ini memperkuat komitmen Jakarta untuk menjadi kota yang lebih ramah lingkungan dan terhubung. Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin jembatan serupa akan dibangun di wilayah lain, mendukung visi kota yang bebas banjir dan lebih mudah diakses oleh warganya.