Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jabodetabek Lagi

Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jabodetabek Lagi

Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jabodetabek Lagi. Hujan lebat kembali diprediksi mengguyur wilayah Jabodetabek mulai Rabu malam hingga Jumat, 4–6 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa, sirkulasi siklonik di Laut Jawa, serta angin muson barat laut yang masih kuat. Warga diminta bersiap menghadapi risiko banjir, genangan, dan longsor terutama di daerah rawan seperti Jakarta Utara, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor bagian selatan. INFO PROPERTI

Pemicu dan Pola Cuaca yang Diperkirakan: Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jabodetabek Lagi

BMKG mencatat adanya bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar 10–12° LS dan 100–105° BT, tepat di selatan Jawa Barat. Sistem ini memperkuat konvergensi angin di atas Jawa bagian barat dan menyebabkan udara lembap naik secara masif. Selain itu, gelombang Rossby ekuatorial dan Madden-Julian Oscillation (MJO) fase aktif di sektor 4–5 turut meningkatkan potensi hujan lebat di wilayah barat Indonesia.

Prakiraan rinci menunjukkan:
Rabu malam hingga Kamis dini hari: hujan lebat di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Tangerang, Bekasi barat, dan Depok.
Kamis siang hingga malam: hujan lebat meluas ke Bogor, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan sebagian Bekasi timur.
Jumat: intensitas mulai menurun, tapi hujan sedang-lebat masih mungkin terjadi di Bogor selatan dan Depok.
Curah hujan diperkirakan mencapai 100–200 mm dalam 24 jam di beberapa titik, terutama di lereng Gunung Salak, Gunung Pangrango, dan wilayah hulu Sungai Ciliwung, Cisadane, dan Citarum. Angin kencang 30–50 km/jam juga berpotensi terjadi, terutama di pesisir utara Jakarta dan Bekasi.

Dampak yang Diantisipasi dan Area Rawan: Hujan Lebat Diprediksi Guyur Jabodetabek Lagi

Genangan air diprediksi kembali muncul di puluhan titik rawan banjir Jakarta, termasuk Kelapa Gading, Pluit, Penjaringan, Cengkareng, Kalideres, dan sekitar Kemayoran. Di luar Jakarta, kawasan Bekasi (Tambun, Cikarang, Bekasi Utara), Tangerang (Cipondoh, Karawaci, Ciledug), dan Depok (Cinere, Pancoran Mas) berisiko tinggi mengalami banjir dan genangan dalam. Bogor Selatan (Ciawi, Cijeruk, Caringin, Cigombong) dan lereng Puncak berpotensi longsor karena tanah sudah jenuh akibat hujan sebelumnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan 372 titik pompa dan 32 rumah pompa besar. BPBD DKI, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor juga mengaktifkan posko siaga 24 jam serta menyiapkan tim evakuasi, perahu karet, dan alat berat. Masyarakat diimbau:
Hindari sungai dan lereng curam saat hujan deras.
Tidak memaksakan diri melintasi genangan dalam.
Siapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat, dan makanan.
Pantau informasi resmi BMKG dan BPBD setempat.
Beberapa sekolah di zona rawan genangan sudah bersiap menerapkan pembelajaran daring jika banjir melanda. Dinas Perhubungan DKI juga menyiapkan rute alternatif dan pengalihan lalu lintas di titik-titik yang sering tergenang.

Kesimpulan

Prediksi hujan lebat di Jabodetabek pada 4–6 Februari 2026 menjadi pengingat bahwa musim hujan 2025/2026 masih menyimpan risiko tinggi meski puncaknya sudah lewat. Kombinasi bibit siklon tropis dan angin muson masih mampu menghasilkan curah hujan ekstrem dalam waktu singkat. Kesiapsiagaan dini dari pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan korban jiwa, kerusakan properti, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Jika semua pihak disiplin mengikuti peringatan dan menjaga lingkungan—seperti tidak membuang sampah ke saluran air—dampak buruk bisa ditekan seminimal mungkin. Pantau terus update cuaca setiap 3–6 jam ke depan, karena perubahan pola bisa terjadi cepat di situasi seperti ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *