Jurnal Presiden: Kunjungan Kerja ke Mentawai. Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan kunjungan kerja dua hari ke Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada 16–17 Februari 2026. Dalam jurnal pribadinya yang dibagikan melalui akun media sosial resmi, Prabowo menuliskan catatan singkat tentang perjalanan tersebut, menyoroti kondisi infrastruktur, potensi wisata bahari, serta kebutuhan mendesak masyarakat setempat. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda rutin “Jurnal Presiden” yang ia luncurkan sejak awal masa jabatan, di mana ia berbagi pengamatan langsung dari daerah tanpa filter birokrasi. Pada 2026, kunjungan ke Mentawai mendapat perhatian luas karena pulau-pulau tersebut sering kali terpinggirkan dalam pembangunan nasional meski memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. BERITA TERKINI
Kunjungan ke Siberut dan Sipora: Jurnal Presiden: Kunjungan Kerja ke Mentawai
Hari pertama, 16 Februari, Prabowo mendarat di Bandara Tuapejat, Pulau Sipora, lalu melanjutkan perjalanan dengan kapal cepat ke Pulau Siberut. Di Muara Siberut ia bertemu langsung dengan tokoh adat Mentawai dan masyarakat Dusun Madobak serta Dusun Muntei. Prabowo mencatat dalam jurnalnya bahwa akses jalan darat masih sangat terbatas—hanya 30% desa yang terhubung jalan beraspal. Ia berjanji mempercepat program jalan trans-Siberut sepanjang 120 km yang sudah tertunda sejak 2020. Selain itu, ia meninjau fasilitas kesehatan puskesmas dan sekolah dasar, serta mendengar keluhan tentang minimnya listrik dan akses internet yang hanya tersedia di beberapa titik.
Di Sipora, Prabowo meninjau kawasan wisata pantai Mapaddegat dan dermaga baru yang sedang dibangun. Ia menekankan potensi surfing dan ekowisata yang bisa menjadi sumber pendapatan utama masyarakat jika didukung infrastruktur memadai. Dalam catatannya, Prabowo menulis: “Mentawai bukan hanya surga selancar dunia, tapi juga rumah bagi ribuan jiwa yang layak hidup lebih baik.”
Pertemuan dengan Tokoh Adat dan Janji Pembangunan: Jurnal Presiden: Kunjungan Kerja ke Mentawai
Pada hari kedua, 17 Februari, Prabowo menggelar pertemuan terbuka dengan tetua adat di Desa Matotonan, Siberut Selatan. Ia mendengarkan aspirasi tentang pelestarian hutan adat, perlindungan hak ulayat, dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal seperti pengolahan sagu dan kerajinan ukir. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mempercepat sertifikasi tanah adat dan memberikan insentif bagi pengembangan UMKM berbasis budaya Mentawai.
Presiden juga meninjau proyek air bersih dan pembangkit listrik tenaga surya di beberapa desa. Ia berjanji mengalokasikan anggaran tambahan Rp 350 miliar untuk infrastruktur dasar Mentawai pada APBN-P 2026, termasuk perluasan jaringan listrik PLN hingga 85% desa dan pembangunan 12 dermaga baru untuk konektivitas antarpulau. Prabowo menutup kunjungan dengan menanam pohon kelapa di halaman sekolah setempat sebagai simbol komitmen jangka panjang.
Kesimpulan
Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Kepulauan Mentawai pada 16–17 Februari 2026 menjadi momen penting yang tercatat dalam jurnal pribadinya. Dari catatan tersebut terlihat komitmen nyata untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, melindungi hak adat, dan mengembangkan potensi wisata berkelanjutan di pulau-pulau terluar Sumatera Barat. Meski tantangan geografis dan akses masih besar, janji alokasi anggaran tambahan dan fokus pada kearifan lokal memberikan harapan baru bagi masyarakat Mentawai. Jurnal Presiden kali ini sekali lagi menunjukkan pendekatan langsung dan tanpa basa-basi dalam memahami masalah daerah. Semoga tindak lanjut dari kunjungan ini bisa segera terwujud, sehingga Mentawai tidak lagi hanya dikenal sebagai destinasi surfing dunia, tapi juga sebagai daerah yang maju dan sejahtera bagi penduduknya sendiri.