Banjir Longsor Pakistan Menyebabkan banyak Orang Tewas

banjir-longsor-pakistan-menyebabkan-banyak-orang-tewas

Banjir Longsor Pakistan Menyebabkan banyak Orang Tewas. Pakistan kembali diterpa bencana alam dahsyat akibat hujan monsun yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah utara pada pertengahan Agustus 2025. Bencana ini, yang melanda provinsi seperti Khyber Pakhtunkhwa dan Gilgit-Baltistan, telah menewaskan ratusan orang dan menyebabkan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. Hujan deras yang dimulai sejak awal Agustus memicu kerusakan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, dan rumah warga. Tim penyelamat bekerja keras di tengah kondisi sulit, sementara pemerintah Pakistan dan organisasi kemanusiaan berlomba memberikan bantuan. Berikut ulasan tentang kapan banjir ini akan surut, apa penyebabnya, dan dampaknya terhadap korban jiwa. BERITA LAINNYA

Kapan Banjir Ini Bisa Surut
Banjir dan longsor yang melanda Pakistan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa minggu untuk surut sepenuhnya, tergantung pada kondisi cuaca dan upaya penanganan bencana. Badan meteorologi Pakistan memprediksi hujan monsun akan berlangsung hingga akhir Agustus 2025, meski intensitasnya diperkirakan menurun mulai minggu depan. Namun, air banjir yang telah menggenangi desa-desa di wilayah pegunungan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut karena medan yang sulit dan kerusakan saluran drainase. Pemerintah telah mengerahkan militer untuk membantu membersihkan puing longsor dan membangun bendungan sementara guna mengalihkan aliran air. Hingga 16 Agustus 2025, beberapa daerah seperti Swat dan Dir masih terendam, dengan tim penyelamat memprioritaskan evakuasi warga dan distribusi makanan. Jika hujan mereda sesuai prediksi, sebagian besar banjir diperkirakan surut pada awal September, meski pemulihan penuh bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Apa Penyebab Utama Dari Banjir Ini
Penyebab utama banjir dan longsor ini adalah hujan monsun yang luar biasa deras, yang diperparah oleh perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Curah hujan di wilayah utara Pakistan pada Agustus 2025 mencapai level tertinggi dalam dekade terakhir, dengan beberapa daerah mencatat lebih dari 300 mm hujan dalam 24 jam. Hujan ini memicu banjir bandang di sungai-sungai pegunungan dan longsor di lereng-lereng curam yang sudah rapuh akibat deforestasi. Penyusutan hutan di Khyber Pakhtunkhwa, akibat penebangan liar dan pembangunan, mengurangi kemampuan tanah menahan air, sehingga mempercepat aliran air dan longsor. Selain itu, sistem drainase yang buruk di banyak desa dan kota kecil tidak mampu menampung volume air yang besar, menyebabkan genangan yang meluas. Perubahan iklim juga meningkatkan intensitas dan frekuensi hujan ekstrem, membuat Pakistan semakin rentan terhadap bencana serupa, seperti yang terjadi pada banjir besar tahun 2022.

Berapa Rata-rata Orang Yang Tewas Karena Banjir Ini
Bencana banjir dan longsor ini telah menelan banyak korban jiwa, dengan jumlah kematian terus bertambah seiring berjalannya penyelidikan tim penyelamat. Hingga 16 Agustus 2025, lebih dari 300 orang dilaporkan tewas, dengan rata-rata 150 kematian per hari selama puncak bencana pada 14-15 Agustus. Mayoritas korban adalah warga desa di wilayah pegunungan yang terjebak longsor atau tersapu banjir bandang. Di Swat, misalnya, sebuah desa kehilangan 40 warga dalam satu malam akibat longsor yang menghancurkan rumah-rumah. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan, dengan banyak korban ditemukan terkubur di bawah puing atau hanyut di sungai. Selain korban jiwa, ribuan orang terluka, dan lebih dari 10.000 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara. Angka ini kemungkinan masih akan bertambah karena banyak daerah terpencil belum dapat dijangkau oleh tim penyelamat.

Kesimpulan: Banjir Longsor Pakistan Menyebabkan banyak Orang Tewas
Banjir bandang dan longsor di Pakistan pada Agustus 2025 menjadi tragedi kemanusiaan yang mengguncang, menewaskan lebih dari 300 orang dan menghancurkan kehidupan ribuan lainnya. Hujan monsun yang ekstrem, diperparah oleh perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, menjadi pemicu utama bencana ini, sementara pemulihan penuh diperkirakan baru terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Dengan rata-rata ratusan kematian per hari selama puncak bencana, situasi ini menyoroti kerentanan Pakistan terhadap bencana alam dan perlunya investasi dalam infrastruktur serta pelestarian lingkungan. Upaya penyelamatan dan bantuan kemanusiaan yang sedang berlangsung menunjukkan solidaritas, tetapi tantangan jangka panjang seperti perubahan iklim tetap membutuhkan perhatian global. Bagi Pakistan, bencana ini adalah panggilan untuk memperkuat ketahanan dan mencegah tragedi serupa di masa depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *