BMKG: Waspada Hujan Lebat di NTB & Papua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berlaku hingga beberapa hari ke depan. Fokus utama ada pada Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Papua, dua wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang. Peringatan ini bukan sekadar rutinitas. Kondisi atmosfer saat ini memang sedang tidak biasa, sehingga risiko banjir, longsor, dan genangan air meningkat tajam. Masyarakat diimbau tidak menganggap remeh, terutama yang tinggal di daerah rawan. REVIEW FILM
Penyebab Peningkatan Curah Hujan: BMKG: Waspada Hujan Lebat di NTB & Papua
Monsun Asia yang kuat masih mendominasi wilayah Indonesia bagian selatan dan timur. Gabungan dengan pola konvergensi angin serta sisa pengaruh bibit siklon tropis membuat awan hujan mudah terbentuk dan bertahan lama. Kelembaban udara tinggi, ditambah suhu laut yang hangat, menjadi “bahan bakar” bagi hujan deras. Di NTB, angin kencang sering menyertai, sementara di Papua, topografi pegunungan membuat air cepat mengalir ke dataran rendah dan memicu banjir bandang.
Waspada di Nusa Tenggara Barat: BMKG: Waspada Hujan Lebat di NTB & Papua
NTB masuk dalam kategori siaga pada 2 Februari dengan potensi hujan lebat-sangat lebat dan angin kencang. Pada 3-4 Februari, intensitas turun sedikit menjadi hujan sedang-lebat, tapi angin tetap kencang. Wilayah Lombok, Sumbawa, hingga Bima paling berisiko. Hujan deras bisa terjadi siang hingga malam hari, disertai petir. Beberapa kali sebelumnya, hujan seperti ini sudah menyebabkan genangan di Mataram, Bima, dan Dompu. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau lereng bukit harus lebih waspada. Siapkan tas siaga, bersihkan saluran air, dan hindari bepergian saat hujan deras.
Situasi di Papua: BMKG
Papua mengalami pola yang sedikit berbeda. Pada 3 Februari, potensi hujan lebat-sangat lebat cukup tinggi, terutama di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan sebagian Papua Barat. Wilayah Jayapura, Merauke, hingga Timika sering terdampak genangan. Topografi yang berbukit membuat air sulit mengalir, sehingga banjir bisa datang cepat. Angin kencang tidak sekuat di NTB, tapi petir dan kilat tetap sering muncul. Warga di dataran rendah dan pinggir sungai diimbau memantau tinggi muka air secara rutin.
Imbauan BMKG dan Antisipasi
BMKG terus memperbarui data setiap beberapa jam. Masyarakat disarankan memantau aplikasi Info BMKG atau situs resmi untuk update terkini. Hindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat, jangan memaksakan melintasi genangan yang dalam, dan pastikan anak-anak serta lansia aman di rumah. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan posko dan peralatan evakuasi. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kewaspadaan dini bisa mengurangi kerugian secara signifikan.
Kesimpulan
Hujan lebat di NTB dan Papua bukan hal yang bisa diabaikan. Meski cuaca ekstrem ini bersifat sementara, dampaknya bisa besar jika tidak diantisipasi. BMKG sudah memberikan sinyal jelas, tinggal bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah merespons. Tetap waspada, siap siaga, dan semoga hujan ini membawa berkah tanpa meninggalkan duka.