Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat Februari 2026

Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat Februari 2026

Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat Februari 2026. Meski tekanan global masih terasa, fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid di awal Februari 2026. Nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp16.200–Rp16.300 per dolar AS, inflasi bulanan Januari tercatat 0,18% (yoy 2,57%), dan neraca perdagangan surplus US$2,1 miliar pada Januari. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang dirilis akhir Januari mencapai 5,03% (yoy), lebih tinggi dari konsensus pasar. Indeks keyakinan konsumen dan PMI manufaktur juga masih berada di zona ekspansi. Data-data ini memperkuat pandangan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu ekonomi emerging market yang paling resilien di tengah ketidakpastian suku bunga The Fed dan perlambatan perdagangan dunia. INFO PROPERTI

Stabilitas Rupiah dan Inflasi yang Terkendali: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat Februari 2026

Rupiah berhasil bertahan di level yang relatif kuat meskipun yield US Treasury 10 tahun sempat menyentuh 4,62% pada akhir Januari. Penguatan mata uang ini didukung oleh inflow portofolio asing yang kembali positif sejak pertengahan Januari serta cadangan devisa yang masih berada di atas US$150 miliar. Bank Indonesia terus menjaga suku bunga BI-Rate di 6,00% dan aktif melakukan intervensi valas untuk meredam volatilitas.
Inflasi tetap terkendali di bawah target 3±1%. Komponen volatile food hanya naik 0,45% (mtm) berkat pasokan beras dan cabai yang masih memadai, sementara inflasi inti stabil di 2,4% (yoy). Kebijakan BBM nonsubsidi yang tidak naik signifikan serta stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar turut menjaga daya beli masyarakat.

Neraca Perdagangan Surplus dan Kinerja Ekspor: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat Februari 2026

Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus US$2,1 miliar pada Januari 2026, melanjutkan tren positif 46 bulan berturut-turut. Surplus ini ditopang oleh ekspor nonmigas yang masih tumbuh meski harga komoditas global cenderung melemah. Ekspor nikel olahan, CPO, batubara termal, serta produk manufaktur seperti kendaraan dan tekstil tetap menjadi penopang utama. Impor barang modal dan bahan baku juga meningkat, menandakan aktivitas industri dan investasi masih berlangsung.
Kinerja ekspor ke China dan India tetap kuat, sementara ekspor ke AS dan Uni Eropa mulai menunjukkan pemulihan pasca-libur akhir tahun. Surplus neraca perdagangan ini membantu menjaga cadangan devisa dan memberi ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa harus menaikkan suku bunga lebih agresif.

Pertumbuhan Ekonomi dan Keyakinan Konsumen

Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang mencapai 5,03% (yoy) menunjukkan ekonomi domestik masih memiliki daya tahan yang baik. Kontributor utama adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,9%, pembentukan modal tetap bruto (investasi) 5,6%, serta ekspor barang dan jasa yang masih positif meski melambat. Sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi penggerak utama.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 tercatat 125,1, masih di zona optimis meski sedikit terkoreksi dari bulan sebelumnya. PMI Manufaktur Indonesia juga bertahan di atas 50 selama 28 bulan berturut-turut, menandakan sektor manufaktur terus ekspansi. Investasi asing langsung (PMA) pada triwulan IV 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan di sektor hilirisasi nikel, kendaraan listrik, dan infrastruktur energi terbarukan.

Kesimpulan

Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di Februari 2026 meski tekanan eksternal dari penguatan dolar AS dan yield global masih ada. Rupiah stabil, inflasi terkendali, neraca perdagangan surplus berkelanjutan, serta pertumbuhan ekonomi yang solid menjadi pondasi yang kokoh. Keyakinan konsumen dan PMI manufaktur yang masih ekspansif menunjukkan roda ekonomi domestik terus berputar dengan baik. Pemerintah dan Bank Indonesia patut diapresiasi atas kebijakan yang prudent dan responsif. Di tengah ketidakpastian global, ketahanan ekonomi Indonesia menjadi salah satu cerita positif di antara negara-negara emerging market. Yang terpenting sekarang adalah menjaga momentum ini dengan mempercepat reformasi struktural, memperkuat investasi, dan terus menjaga stabilitas harga pangan. Ekonomi RI masih punya ruang untuk tumbuh lebih baik—mari terus dukung dengan konsumsi produk lokal dan kepercayaan pada kebijakan yang ada.

BACA SELENGKAPNYA DI…

admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *