MA India Perintahkan Tangkap Ribuan Anjing Liar. Pada 12 Agustus 2025, Mahkamah Agung (MA) India mengeluarkan putusan kontroversial yang memerintahkan penangkapan puluhan ribu anjing liar di New Delhi. Keputusan ini langsung mencuri perhatian dunia, terutama karena menyangkut isu kesejahteraan hewan dan keselamatan masyarakat. Langkah ini diambil setelah meningkatnya laporan serangan anjing liar di ibu kota India, yang memicu kekhawatiran serius di kalangan warga. Apa alasan di balik putusan ini, dan bagaimana tanggapan masyarakat? Yuk, kita ulas secara santai tapi tetap berdasarkan fakta! BERITA LAINNYA
Kenapa MA India Perintahkan Hal Tersebut
Putusan Mahkamah Agung India ini dipicu oleh lonjakan kasus serangan anjing liar di New Delhi, yang mencapai lebih dari 10.000 laporan pada 2024. Beberapa insiden tragis, termasuk kematian seorang anak berusia 7 tahun akibat serangan anjing liar di pinggiran kota, mendorong otoritas setempat untuk bertindak cepat. Petisi yang diajukan oleh kelompok warga dan organisasi lingkungan ke MA menyoroti ancaman kesehatan masyarakat, seperti penyebaran rabies, yang masih menjadi masalah serius di India. Data menunjukkan bahwa sekitar 36% kematian akibat rabies di dunia terjadi di India, sebagian besar karena gigitan anjing liar.
Selain itu, tekanan dari komunitas urban di New Delhi juga memengaruhi keputusan ini. Pertumbuhan populasi anjing liar, yang diperkirakan mencapai 60.000 ekor di ibu kota, membuat warga merasa tidak aman, terutama di kawasan pemukiman padat. MA, setelah mempertimbangkan argumen dari berbagai pihak, memutuskan bahwa penangkapan massal adalah solusi sementara untuk mengurangi risiko, sambil meminta pemerintah kota menyusun strategi jangka panjang.
Apa Tujuan Dari Penangkapan Ini
Tujuan utama penangkapan ribuan anjing liar ini adalah untuk melindungi keselamatan masyarakat dan mengurangi kasus rabies di New Delhi. Pemerintah kota diperintahkan untuk menangkap anjing-anjing tersebut dan memindahkan mereka ke tempat penampungan sementara, di mana mereka akan disterilisasi dan divaksinasi. MA menekankan bahwa tindakan ini bukan untuk memusnahkan anjing liar, melainkan untuk mengendalikan populasi mereka secara manusiawi. Setelah disterilisasi, sebagian anjing direncanakan dilepas kembali ke lingkungan yang lebih terkontrol, sementara yang lain akan dipindahkan ke fasilitas permanen.
Selain itu, program ini bertujuan untuk menjawab keluhan warga sambil tetap memperhatikan kesejahteraan hewan. MA juga meminta pemerintah memperbaiki infrastruktur pengelolaan anjing liar, seperti membangun lebih banyak penampungan dan meningkatkan kampanye vaksinasi rabies. Langkah ini diharapkan bisa menciptakan keseimbangan antara keselamatan manusia dan perlindungan hewan, meski tantangannya tidak kecil mengingat skala populasi anjing liar di kota tersebut.
Tanggapan Masyarakat India Atas Hal Ini
Putusan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat India. Sebagian warga, terutama di kawasan urban New Delhi, mendukung keputusan MA. Mereka merasa lega karena langkah ini bisa mengurangi ancaman serangan anjing liar, terutama bagi anak-anak dan lansia. Komentar seperti “Akhirnya pemerintah bertindak, anak-anak bisa main di luar tanpa takut!” ramai di media sosial. Kelompok warga yang pernah menjadi korban gigitan anjing juga menyambut baik program sterilisasi dan vaksinasi sebagai solusi jangka panjang.
Namun, organisasi pecinta hewan dan sebagian masyarakat menentang keras putusan ini. Mereka khawatir penangkapan massal dilakukan tanpa perencanaan matang, berpotensi menyakiti anjing-anjing tersebut. Aktivis seperti Maneka Gandhi, tokoh perlindungan hewan, menyebut tindakan ini “tidak manusiawi” dan menyerukan pendekatan yang lebih berbelas kasih, seperti mempercepat program sterilisasi tanpa penangkapan besar-besaran. Di media sosial, hashtag #SaveStrayDogs sempat trending, dengan netizen berkomentar, “Anjing liar bukan musuh, mereka juga korban lingkungan!” Perdebatan ini mencerminkan dilema antara keselamatan publik dan kesejahteraan hewan.
Kesimpulan: MA India Perintahkan Tangkap Ribuan Anjing Liar
Putusan Mahkamah Agung India untuk menangkap ribuan anjing liar di New Delhi adalah respons atas meningkatnya kasus serangan dan risiko rabies, sekaligus menunjukkan kompleksitas isu kesejahteraan hewan di perkotaan. Tujuan penangkapan ini, yang berfokus pada sterilisasi dan vaksinasi, diharapkan bisa mengendalikan populasi anjing liar secara manusiawi, meski tantangan pelaksanaannya besar. Reaksi masyarakat yang terbagi antara dukungan dan kritik menyoroti perlunya solusi yang seimbang. Kejadian ini jadi pengingat bahwa masalah anjing liar memerlukan pendekatan jangka panjang yang melibatkan semua pihak. Semoga langkah ini membawa manfaat tanpa mengorbankan kesejahteraan hewan!