Protes Imigrasi AS Meluas ke 12 Negara Bagian

Protes Imigrasi AS Meluas ke 12 Negara Bagian

Protes Imigrasi AS Meluas ke 12 Negara Bagian. Protes besar-besaran menentang kebijakan imigrasi garis keras pemerintahan Trump meletus di berbagai kota Amerika Serikat dan kini meluas ke 12 negara bagian pada 25 Januari 2026. Demonstrasi yang awalnya terkonsentrasi di Los Angeles dan New York kini menyebar ke California, New York, Illinois, Texas, Florida, Arizona, Washington, Massachusetts, Michigan, Ohio, Pennsylvania, dan Georgia. Ribuan orang turun ke jalan menuntut penghentian operasi razia massal Immigration and Customs Enforcement (ICE), pembebasan tahanan imigrasi, dan pembubaran ICE secara permanen. Aksi ini dipicu oleh razia besar-besaran di komunitas Latin dan Asia Selatan sejak pelantikan Trump kembali pada 20 Januari, yang menargetkan 1 juta deportasi dalam 100 hari pertama. Kerusuhan kecil terjadi di beberapa kota, dengan polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet. MAKNA LAGU

Penyebab dan Pemicu Utama Protes Imigrasi AS: Protes Imigrasi AS Meluas ke 12 Negara Bagian

Protes dipicu oleh kebijakan imigrasi baru Trump yang diumumkan sehari setelah pelantikan: operasi deportasi massal, pembangunan kembali kamp penahanan, dan perluasan kewenangan ICE untuk razia tanpa surat perintah di tempat umum. Razia besar di Los Angeles (lebih dari 1.500 orang ditangkap dalam 72 jam) dan New York (sekitar 900 orang) menjadi pemicu langsung. Kelompok advokasi seperti ACLU, United We Dream, dan CHIRLA menyebut operasi ini sebagai “pembersihan etnis” dan pelanggaran hak asasi manusia. Demonstran membawa spanduk bertuliskan “ICE = Terrorist Organization”, “No Human is Illegal”, dan “Abolish ICE”. Beberapa tokoh publik seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Bernie Sanders menyatakan dukungan melalui media sosial, sementara Partai Demokrat secara resmi mengecam kebijakan tersebut sebagai “kejam dan tidak manusiawi”.

Lokasi dan Skala Aksi: Protes Imigrasi AS Meluas ke 12 Negara Bagian

Demonstrasi terbesar terjadi di Los Angeles dengan sekitar 45.000 orang berkumpul di Downtown LA dan di depan gedung federal. Di New York City, sekitar 35.000 orang memadati Foley Square dan jembatan Brooklyn. Chicago melaporkan 22.000 demonstran di Daley Plaza, sementara Houston dan Miami masing-masing sekitar 15.000–18.000 orang. Aksi juga meluas ke Phoenix (Arizona), Seattle (Washington), Boston (Massachusetts), Detroit (Michigan), Cleveland (Ohio), Philadelphia (Pennsylvania), dan Atlanta (Georgia). Di beberapa tempat, demonstrasi berubah menjadi bentrokan setelah polisi mencoba membubarkan massa. Di Los Angeles, 72 orang ditangkap setelah lemparan batu dan botol api molotov. Di Chicago, 55 demonstran ditahan setelah polisi menggunakan gas air mata. Total penangkapan nasional mencapai lebih dari 350 orang hingga malam hari 25 Januari.

Respon Pemerintah dan Dampak

Pemerintahan Trump merespons keras. Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyebut protes sebagai “aksi kekerasan yang didukung radikal kiri” dan memerintahkan pengerahan National Guard di Los Angeles, New York, Chicago, dan Houston. Trump melalui Truth Social menulis bahwa “protes ini dibayar oleh Soros dan Demokrat radikal” dan menegaskan kebijakan deportasi akan terus berlanjut. Dampak ekonomi terasa: lalu lintas di kota-kota besar macet total, bandara di Los Angeles dan New York alami penundaan, dan saham perusahaan transportasi serta logistik turun 2–4% pada 25 Januari. Media internasional seperti BBC dan Al Jazeera melaporkan aksi ini sebagai tanda awal polarisasi yang lebih dalam di AS pasca-pelantikan Trump.

Kesimpulan

Protes anti-ICE yang meluas ke 12 negara bagian pada 25 Januari 2026 menunjukkan bahwa kebijakan imigrasi garis keras Trump langsung memicu resistensi besar-besaran dari masyarakat sipil dan komunitas imigran. Demonstrasi yang masif di kota-kota besar, bentrokan dengan polisi, dan dukungan dari tokoh publik menandakan bahwa isu imigrasi akan tetap jadi sumber konflik utama selama masa jabatan kedua Trump. Pemerintah berencana memperluas operasi deportasi, sementara kelompok advokasi sudah mengumumkan aksi lanjutan pada akhir Januari. Situasi ini mengingatkan bahwa isu imigrasi di AS tidak pernah benar-benar reda—hanya menunggu pemicu untuk meledak kembali. Pantau terus perkembangannya—protes ini mungkin baru permulaan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *