Crypto Bill AS Ditunda Senat. Senat Amerika Serikat secara resmi menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang Regulasi Aset Digital (Digital Asset Regulation Act) pada 27 Januari 2026. RUU yang sudah lolos voting di Komite Perbankan Senat dengan suara 14–10 itu semula dijadwalkan masuk agenda pleno Senat minggu ini, tapi ditunda tanpa batas waktu setelah mendapat penolakan dari kelompok senator Demokrat progresif dan beberapa Republikan konservatif. Penundaan ini langsung memicu reaksi beragam di pasar kripto: Bitcoin sempat turun 4,2% dalam beberapa jam sebelum stabil kembali, sementara altcoin seperti Ethereum dan Solana mengalami volatilitas lebih tinggi. Keputusan ini menandakan bahwa regulasi kripto nasional AS masih jauh dari final, meski industri sudah menunggu kejelasan sejak 2024. MAKNA LAGU
Alasan Penundaan dan Dinamika Politik: Crypto Bill AS Ditunda Senat
Penundaan dipicu oleh dua isu utama. Pertama, senator Demokrat progresif seperti Elizabeth Warren dan Ed Markey menuntut pengetatan aturan lebih keras terhadap stablecoin dan platform DeFi. Mereka khawatir RUU versi Komite terlalu longgar terhadap perusahaan kripto besar dan tidak cukup melindungi konsumen dari risiko sistemik. Kedua, sebagian senator Republikan konservatif menolak klausul yang mewajibkan pelaporan transaksi kripto di atas US$ 600 ke IRS, menganggapnya sebagai bentuk pengawasan berlebihan terhadap privasi warga. Ketua Komite Perbankan Senat Tim Scott (R-SC) menyatakan penundaan ini “untuk memberi ruang diskusi lebih lanjut” agar RUU bisa mendapat dukungan bipartisan yang lebih kuat. Namun di balik layar, beberapa sumber menyebut adanya tekanan dari lobi industri kripto yang ingin revisi tertentu, serta kekhawatiran dari Federal Reserve dan SEC bahwa RUU saat ini belum cukup kuat untuk mengatasi risiko pencucian uang dan stabilitas keuangan. Penundaan ini berarti RUU tidak akan dibahas di Senat sebelum masa reses Februari, dan kemungkinan baru dibawa lagi setelah masa istirahat Kongres.
Reaksi Pasar dan Industri Kripto: Crypto Bill AS Ditunda Senat
Pasar langsung bereaksi negatif. Bitcoin sempat jatuh dari US$ 98.400 ke US$ 94.200 dalam hitungan jam setelah pengumuman, sebelum rebound ke kisaran US$ 96.500 pada malam harinya. Ethereum turun sekitar 5%, sementara token DeFi dan layer-1 seperti Solana dan Avalanche mengalami penurunan lebih dalam (7–12%). Volume perdagangan melonjak tajam, menunjukkan ketidakpastian investor. Di kalangan industri, reaksi terbagi. Coin Center dan Blockchain Association menyatakan kekecewaan karena penundaan ini menghambat kepastian hukum yang sudah lama ditunggu. Namun beberapa kelompok advokasi konsumen seperti Public Citizen justru menyambut baik, menganggap penundaan memberi kesempatan memperbaiki klausul perlindungan konsumen yang dianggap lemah. CEO beberapa bursa besar seperti Coinbase dan Kraken menyatakan tetap optimistis bahwa RUU akhirnya akan lolos dalam bentuk yang lebih baik pada semester pertama 2026.
Implikasi Jangka Pendek dan Panjang
Penundaan ini membuat AS semakin tertinggal dari Uni Eropa yang sudah menerapkan MiCA secara bertahap sejak 2024, serta dari beberapa negara Asia seperti Singapura dan Hong Kong yang punya regulasi kripto lebih jelas. Bagi perusahaan kripto AS, ketidakpastian ini berarti mereka harus terus beroperasi di bawah aturan SEC dan CFTC yang kadang bertentangan, sementara kompetitor di luar negeri mendapat kerangka hukum yang lebih stabil. Jangka panjang, penundaan ini bisa jadi peluang bagi Senat untuk menyusun RUU yang lebih kuat dan bipartisan. Namun jika terlalu lama ditunda, industri kripto AS berisiko kehilangan talenta dan modal ke negara lain yang lebih ramah regulasi. Di sisi positif, diskusi yang lebih matang bisa menghasilkan regulasi yang lebih seimbang antara inovasi dan perlindungan konsumen.
Kesimpulan
Penundaan RUU Regulasi Aset Digital di Senat AS pada 27 Januari 2026 menjadi pukulan sementara bagi industri kripto yang sudah lama menanti kepastian hukum. Meski pasar langsung bereaksi negatif, langkah ini juga memberi ruang bagi revisi yang lebih matang agar RUU akhirnya mendapat dukungan luas. Dengan dua kelompok senator yang punya pandangan berbeda, kompromi masih menjadi kunci. Bagi investor dan pelaku usaha kripto di AS, ketidakpastian ini masih akan berlanjut beberapa bulan ke depan. Yang jelas, dunia kripto sedang menunggu sinyal kuat dari Washington—semoga penundaan ini bukan akhir, melainkan awal dari regulasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Pasar kripto tetap volatile, tapi harapan kepastian hukum masih hidup.