Warga London Demo Menolak Gedung Baru di Kedubes China. Ratusan warga London kembali turun ke jalan pada akhir pekan lalu untuk memprotes rencana pembangunan gedung baru Kedutaan Besar China di kawasan Royal Mint Court, dekat Menara London. Demonstrasi yang berlangsung damai namun tegas ini menandai puncak ketegangan yang sudah berlangsung beberapa tahun. Para peserta, yang terdiri dari aktivis hak asasi manusia, komunitas diaspora, hingga warga lokal, menuntut pemerintah Inggris membatalkan izin pembangunan karena kekhawatiran atas keamanan nasional dan catatan hak asasi manusia pemerintah China. Aksi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir terkait isu tersebut. INFO GAME
Alasan Utama Penolakan Warga: Warga London Demo Menolak Gedung Baru di Kedubes China
Demonstran mengangkat sejumlah isu yang menurut mereka membuat lokasi baru tersebut tidak pantas. Pertama, kedekatan gedung dengan Menara London—situs bersejarah kelas dunia yang juga menjadi simbol keamanan nasional—dianggap berisiko. Banyak yang khawatir gedung besar tersebut bisa digunakan untuk kegiatan pengintaian atau memengaruhi keamanan kawasan strategis di jantung kota. Kedua, ukuran bangunan yang direncanakan sangat masif, mencapai delapan lantai dengan luas lebih dari 8.000 meter persegi, membuat warga setempat merasa akan mengubah karakter kawasan yang selama ini didominasi bangunan bersejarah.
Isu hak asasi manusia juga menjadi sorotan utama. Para aktivis menyoroti situasi di Xinjiang, Hong Kong, serta penahanan warga Tibet dan kelompok agama tertentu. Mereka menilai pemberian izin pembangunan gedung baru sama saja dengan memberikan legitimasi tambahan kepada pemerintah China di tengah kritik internasional yang masih kuat. Spanduk dan poster yang dibawa berbunyi “No New Embassy While Rights Are Abused” dan “Protect London’s Heritage”, mencerminkan dua kekhawatiran utama: keamanan dan nilai kemanusiaan.
Respons Pemerintah dan Situasi Saat Ini: Warga London Demo Menolak Gedung Baru di Kedubes China
Pemerintah kota London dan pemerintah pusat Inggris hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terbaru setelah demonstrasi kemarin. Sebelumnya, izin prinsip pembangunan sudah disetujui beberapa tahun lalu dengan alasan bahwa kedutaan lama di Portland Place sudah tidak memadai lagi untuk menampung staf dan kegiatan diplomatik. Namun, sejumlah anggota parlemen dari berbagai partai terus mendesak agar izin tersebut ditinjau ulang, terutama setelah muncul laporan intelijen tentang potensi risiko keamanan.
Di sisi lain, pihak Kedutaan Besar China menyebut protes tersebut sebagai bentuk prasangka dan gangguan terhadap hubungan diplomatik normal. Mereka menegaskan bahwa gedung baru hanya untuk keperluan administratif dan diplomatik biasa, tanpa maksud apa pun yang merugikan keamanan Inggris. Meski demikian, demonstrasi berulang menunjukkan bahwa sentimen masyarakat terhadap proyek ini masih sangat kuat dan cenderung semakin meningkat.
Dampak Lebih Luas bagi Hubungan Bilateral
Aksi protes ini tidak hanya soal satu gedung, melainkan mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara Inggris dan China dalam beberapa tahun terakhir. Isu hak asasi manusia, keamanan teknologi, perdagangan, dan pengaruh geopolitik terus menjadi titik gesekan. Demonstrasi kemarin juga dihadiri oleh beberapa kelompok diaspora dari berbagai negara, termasuk komunitas Uyghur, Hong Kong, dan Tibet, yang menggunakan momen ini untuk menyuarakan isu-isu mereka secara bersama-sama.
Banyak pengamat menilai bahwa jika pemerintah Inggris tetap melanjutkan proyek ini, kemungkinan protes akan terus berlanjut dan bahkan bisa memengaruhi opini publik terhadap hubungan bilateral. Di sisi lain, pembatalan izin bisa memicu respons diplomatik dari Beijing. Situasi ini menempatkan pemerintah di posisi sulit antara menjaga hubungan ekonomi yang masih penting dan mendengar aspirasi masyarakat sipil.
Kesimpulan
Demonstrasi besar-besaran warga London menolak pembangunan gedung baru Kedutaan Besar China menunjukkan betapa sensitifnya isu ini di mata publik Inggris. Kombinasi antara kekhawatiran keamanan nasional, pelestarian warisan budaya, dan isu hak asasi manusia membuat proyek ini terus menjadi sorotan. Meskipun izin sudah ada, tekanan dari masyarakat sipil dan beberapa politisi menunjukkan bahwa cerita belum selesai. Apa pun keputusan akhir pemerintah, momen ini menjadi pengingat bahwa hubungan antarnegara tidak hanya urusan diplomat, tapi juga sangat dipengaruhi oleh suara rakyat di jalanan. London kembali membuktikan bahwa kota ini tidak segan menyuarakan pendapatnya, bahkan di hadapan kekuatan besar sekalipun.