Kerusuhan di Iran Terjadi, Ribuan Tewas dalam Demo

kerusuhan-di-iran-terjadi-ribuan-tewas-dalam-demo

Kerusuhan di Iran Terjadi, Ribuan Tewas dalam Demo. Kerusuhan besar melanda Iran sejak akhir Desember 2025, berawal dari protes ekonomi di Tehran yang cepat meluas jadi demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negeri. Hingga 20 Januari 2026, korban tewas diperkirakan ribuan—dari 3.300 hingga 20.000 orang menurut berbagai estimasi aktivis dan laporan internasional. Pemerintah Iran mengakui “beberapa ribu” tewas, sementara pejabat anonim sebut angka resmi lebih dari 5.000, termasuk ratusan personel keamanan. Pemadaman internet hampir total sejak 8 Januari menyulitkan verifikasi independen, tapi saksi mata dan video bocor tunjukkan kekerasan ekstrem: tembakan langsung ke massa, serangan ke rumah sakit, dan eksekusi di tempat. Ini jadi salah satu represi paling berdarah dalam sejarah modern Iran. INFO GAME

Pemicu dan Penyebaran Kerusuhan di Iran

Protes dimulai 28 Desember 2025 di pasar Tehran akibat inflasi tinggi, nilai rial anjlok, dan kesulitan hidup sehari-hari. Cepat berubah jadi tuntutan politik: turunkan rezim, kebebasan, dan akhir korupsi. Demonstrasi menyebar ke 180 kota dan desa di 31 provinsi, termasuk wilayah Kurdi di barat laut dan Baloch di tenggara. Malam 8-9 Januari jadi puncak kekerasan—kebanyakan korban tewas di periode itu. Pemadaman internet dan telepon nasional diberlakukan untuk cegah koordinasi dan liputan media. Pemerintah salahkan “teroris bersenjata” dari luar, terutama AS dan Israel, yang katanya tembak dan tusuk demonstran damai. Aktivis bilang mayoritas korban tewas akibat tembakan pasukan keamanan, termasuk IRGC dan Basij, yang pakai amunisi tajam ke dada dan kepala.

Korban dan Dampak Kekerasan di Iran

Estimasi korban bervariasi karena blackout informasi. HRANA (Human Rights Activists News Agency) konfirmasi lebih dari 3.300 tewas, termasuk anak-anak dan warga sipil tak terlibat, plus ribuan luka berat. Laporan lain sebut 12.000–20.000 demonstran tewas, sementara pemerintah akui lebih dari 5.000 total, termasuk 500 personel keamanan. Lebih dari 24.000 orang ditangkap, banyak diadili cepat dengan tuduhan “moharebeh” (perang melawan Tuhan) yang bisa hukum mati. Saksi mata cerita pasukan serbu rumah sakit seperti Imam Khomeini di Ilam dan Sina di Tehran—serang dokter, tangkap pasien luka, bahkan eksekusi di tempat. Mayat ditumpuk di kamar mayat, pemakaman massal dilakukan tanpa identifikasi penuh. Asap dari bakar ban dan flare campur bau darah di jalan-jalan Tehran, Mashhad, dan Zahedan. Ekonomi lumpuh, toko tutup, dan ketakutan meluas—banyak keluarga tak berani cari jenazah anak mereka.

Respons Pemerintah dan Reaksi Internasional: Kerusuhan di Iran Terjadi, Ribuan Tewas dalam Demo

Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akui “beberapa ribu” tewas pada 17 Januari, salahkan “perusuh” dan “musuh luar” seperti Trump yang katanya dorong demonstran. Ia janji hukuman berat tanpa ampun. Jaksa Tehran ancam eksekusi cepat bagi yang dituduh “moharebeh”. Pasukan keamanan dikerahkan massal, termasuk milisi Irak yang katanya bantu. Pemerintah klaim “teroris” yang bunuh warga sipil, bukan pasukan mereka. Di luar, PBB dan Amnesty International sebut ini kejahatan terhadap kemanusiaan—pembunuhan sistematis, serangan ke fasilitas medis, dan penggunaan kekuatan mematikan berlebih. AS di bawah Trump janji “bantuan” bagi rakyat Iran, tapi belum ada intervensi militer. UE dan negara Barat kecam kekerasan, tuntut akses independen. Aktivis di luar negeri bilang angka sebenarnya bisa lebih tinggi karena banyak mayat dikubur diam-diam.

Kesimpulan: Kerusuhan di Iran Terjadi, Ribuan Tewas dalam Demo

Kerusuhan Iran 2025-2026 jadi salah satu episode paling tragis dalam sejarah negara itu—ribuan nyawa hilang dalam represi brutal yang ditujukan hentikan tuntutan perubahan. Dari protes ekonomi jadi pemberontakan massal, kekerasan pemerintah malah tambah api kemarahan. Dengan blackout informasi dan ancaman eksekusi, situasi tetap tegang. Dunia internasional pantau ketat, tapi tanpa akses langsung, kebenaran sulit terungkap penuh. Yang jelas, korban tewas ribuan ini bukan cuma angka—mereka keluarga, anak muda, dan harapan yang hilang. Semoga tekanan global bisa hentikan siklus kekerasan, dan Iran temukan jalan damai ke depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

admin

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *